Apakah membeli asuransi jiwa termasuk salah satu resolusi keuangan Anda tahun 2019 ini?

Asuransi Jiwa Sebagai Proteksi Keuangan Keluarga

Bila saat ini posisi Anda adalah sebagai pemberi nafkah utama di keluarga, sebaiknya Anda memang memiliki asuransi jiwa sebagai strategi manajemen risiko finansial keluarga. Memiliki asuransi jiwa bisa membantu Anda mengantisipasi risiko-risiko finansial yang bisa timbul akibat kematian pemberi nafkah dan karena musibah-musibah lain yang membuat sumber pendapatan keluarga terganggu. Namun, untuk membeli asuransi jiwa juga perlu kecermatan tersendiri agar tidak terjebak pembelian produk yang tidak tepat. Sering terjadi seorang pembeli asuransi jiwa merasa kecewa, ternyata produk yang ditawarkan tidak sesuai kebutuhan sehingga saat dicairkan, risiko finansial yang dihindari masih terjadi dan mengguncang kesehatan finansial keluarga. Misalnya nilai uang pertanggungan sangat kecil, tak sesuai perkiraan. Atau sebagian besar premi atau iuran yang dibayar per bulan ternyata dipotong cukup besar karena alasan tertentu dari perusahaan asuransi. Bila Anda berencana membeli asuransi jiwa, perhatikan empat kesalahan besar hasil riset berikut ini agar Anda tidak salah membeli:

  1. Uang Pertanggungan Tidak Sesuai Kebutuhan

Banyak orang sekadar membeli asuransi jiwa tanpa terlebih dulu menghitung berapa kebutuhan uang pertanggungan yang sebenarnya dia butuhkan. Alhasil, ketika terjadi risiko, uang pertanggungan yang cair ternyata tidak memadai untuk menutup kebutuhan finansial keluarga. Ketahui terlebih dulu berapa kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa Anda sehingga bisa menemukan produk yang tepat. Cara mengetahui kebutuhan uang pertanggungan asuransi jiwa bisa Anda hitung dengan pendekatan Human Life Value, dengan rumus pengalian antara nilai pendapatan saat ini ditambah risk free rate. Setelah mengetahui kebutuhan uang pertanggungan, Anda tinggal mencari produk asuransi jiwa dengan nilai Uang Pertanggungan (UP) sebesar itu. Yang mana disaat kepastian meninggal dunia terjadi pada si tertanggung, maka uang pertanggungan tersebut bisa di masukkan deposito yang akan menghasilkan rate bunga yang sesuai kebutuhan bulanan hidup penerima manfaat.

 

Anda bisa menimbang produk term life atau asuransi jiwa berjangka murni yang harga preminya masih terjangka dengan nilai UP cukup besar.

Atau, Produk Asuransi Whole Life, Yang masa bayarnya bisa disesuaikan dan diatur dengan premi yang akan mengikuti lama masa bayar.

2. Menganggap Asuransi sebagai Investasi

Satu hal yang perlu Anda selalu ingat adalah bahwa asuransi merupakan biaya. Asuransi bukanlah investasi di mana Anda bisa mengharapkan imbal hasil yang besar suatu hari nanti. Sebaliknya, asuransi merupakan biaya karena pada prinsipnya Asuransi merupakan skema pengalihan risiko seseorang pada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah kompensasi atau uang pertanggungan ketika terjadi risiko pada tertanggung atau pemegang polis. Pemegang polis wajib membayar premi sebagai biaya atas pengalihan risiko kepada perusahaan asuransi tersebut. Asuransi jiwa tidak bisa mencegah kematian. Namun, asuransi jiwa bisa meringankan beban finansial anggota keluarga yang ditinggalkan ketika sang pencari nafkah meninggal dunia. Jika Salah menganggap asuransi sebagai produk investasi bisa menggiring Anda memilih produk asuransi jiwa yang kurang tepat. Seperti membeli asuransi jiwa yang digabung dengan investasi. Akibatnya premi cukup mahal, sedangkan uang pertanggungannya relatif kecil. Jadi, berlakulah cerdas dalam memilih yang terbaik.

3. Salah Menetapkan Siapa Tertanggung di polis Dalam Asuransi

Tertanggung adalah dia yang ditanggung risiko jiwanya oleh perusahaan asuransi. Sehingga, ketika si tertanggung tersebut meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang pertanggungan yang berhak diberikan kepada Penerima Manfaat yang ditunjuk. Siapa yang idealnya menjadi tertanggung dalam produk asuransi jiwa? Sesuai tujuan pembelian yaitu manajemen risiko finansial keluarga, tertanggung asuransi jiwa seharusnya adalah mereka yang memiliki nilai ekonomi atau pihak yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Misalnya, suami, istri, atau keduanya. Bila suami dan istri sama-sama bekerja, tertanggung seharusnya adalah pihak yang memiliki penghasilan terbesar karena risiko finansialnya juga paling besar bagi keluarga bila tiba-tiba dia meninggal dunia.

4. Asal membeli Asuransi Tambahan

Biasanya saat Anda membeli asuransi jiwa, agen asuransi akan menawarkan pula asuransi pelengkap atau rider. Jangan asal menambah asuransi tambahan sebelum menghitung terlebih dulu apa saja kebutuhan Anda. Asuransi tambahan juga berarti biaya tambahan, maka itu bijaklah dalam menambah jenis riders. Jikalau perlu tambahan, untuk asuransi jiwa Anda bisa menimbang untuk menambahkannya dengan waiver of premium atau pembebasan premi. Riders ini berguna untuk mengantisipasi risiko ketidakmampuan yang mengakibatkan Anda tidak bisa membayar premi rutin. Misalnya karena terjadi kecelakaan yang membuat Anda kehilangan pekerjaan, Anda akan dibebaskan dari pembayaran premi asuransi jiwa.

Asuransi Tambahan Pada Asuransi Jiwa

Jika anda membutuhkan Produk Asuransi,Konsultasi terlebih dahulu dengan Agent Asuransi Yang benar-benar paham product yang anda butuhkan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of